JAKARTA - Produsen otomotif Jepang, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), berhasil menguasai pangsa pasar kendaraan niaga sebesar 29% sepanjang 2025. Keberhasilan ini didorong oleh tingginya permintaan model Traga yang menjadi favorit konsumen.
President Director PT IAMI, Masayasu Hideshima, menyebut tahun 2025 penuh tantangan akibat kondisi ekonomi fluktuatif dan persaingan ketat di segmen kendaraan niaga. “Dengan strategi disiplin dan fokus pada pelanggan, Isuzu mampu mempertahankan performa bisnis yang solid,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Distribusi dan Penjualan Ritel
Data Gaikindo mencatat distribusi wholesales Isuzu sepanjang 2025 mencapai 25.121 unit, turun 4,8% dibanding tahun sebelumnya. Penjualan ritel dari dealer ke konsumen tercatat 25.295 unit, terkoreksi 12% secara tahunan.
Secara rinci, Isuzu Traga menyumbang 47,5% dari total penjualan. Isuzu Elf berkontribusi 23,7% dan Isuzu Giga 18,2%, mencerminkan permintaan tinggi untuk kendaraan niaga logistik dan distribusi.
Katalis Positif di 2026
Memasuki 2026, Isuzu melihat beberapa indikator makroekonomi dapat menjadi katalis positif. Pertumbuhan ekonomi domestik diproyeksikan sekitar 5% dan tren penurunan suku bunga acuan berpotensi mempermudah pembiayaan kendaraan niaga.
Meski begitu, pasar kendaraan niaga masih menghadapi sejumlah tantangan. Risiko konflik geopolitik global berpotensi memberi tekanan pada rantai pasok, sehingga strategi perusahaan harus lebih adaptif.
Optimalisasi Operasional dan Produksi
Perseroan berencana memperkuat daya saing dengan optimalisasi produktivitas manufaktur. Fokusnya meliputi peningkatan kandungan komponen lokal dan modernisasi fasilitas pabrik.
Strategi ini diharapkan menjaga kontribusi Isuzu terhadap pangsa pasar kendaraan komersial di Indonesia pada tahun 2026. Hideshima menegaskan target tersebut sejalan dengan rencana jangka panjang untuk memperkuat posisi merek di pasar domestik.
Prospek dan Strategi Jangka Panjang
Kinerja penjualan Traga yang tinggi menunjukkan fokus Isuzu pada segmen kendaraan niaga ringan tetap relevan. Perusahaan terus memonitor kebutuhan pelanggan dan menyesuaikan strategi pemasaran untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengguna.
Dengan kombinasi strategi operasional, peningkatan produksi, dan responsif terhadap kondisi ekonomi, Isuzu optimistis pangsa pasarnya akan tetap kuat. Langkah ini menjadi fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan di sektor kendaraan niaga nasional.